Monday, May 6, 2013

Analisa budidaya kroto

Analisa budidaya kroto. Berapa modal yang digunakan untuk menangkar semut rangrang yang bisa menghasilkan kroto 1-2,5 ons per hari .
Analisa budidaya kroto

Biaya awal : 
  1. Rak kayu/bambu dengan permukaan datar dari papan/kaca (sepeti etalase). Biaya bisa ditekan dengan memanfaatkan kayu dan atau papan limbah bangunan. Biaya antara Rp. 250.000 – Rp. 500.000 atau tergantung bahan yang digunakan.
  2. Tempayan plastik 4-6 biji @ Rp. 3000.
  3. Toples plastik 15 buah atau tergantung jumlah semut yang akan dikembangkan. Harga per buah Rp. 4.000.
  4. Plester, pisau, gunting dll peralatan yang biasanya sudah ada di rumah kita.

Biaya pembelian induk kroto:

Bibit semut. Segerombolan semut dan krotonya yang dipetik di pepohonan, dikantungi plastik dan kemudian “digarap” sebagai bibit semut rangrang, dan dibagi menjadi 15 jumput kroto plus semut-semutnya. Harganya berapa? Tergantung berapa harganya di pencari kroto. Bisa 10.000, bisa 25.000 bisa 50.000. Atau malah bisa gratis kalau Anda memetiknya di kebun sendiri atau kebun tetangga.

Yang jelas, tidak menggunakan kroto yang sudah dipajang di warung, khususnya yang yang sudah bau. Pastikan kroto segar dengan masih banyak semutnya.

Untuk yang memerlukan bibit yang sudah jadi, yakni semut-semut yang sudah terbiasa hidup di media tangkar, bisa dibicarakan dengan Tim Om Kicau. Tetapi prinsipnya satu: Membibitkan semut relatif mudah.

Kesimpulan: Jumlah modal tetap bisa murah antara Rp. 250.000 sampai Rp. 750.000 atau bahkan gratis kalau  bisa diusahakan dibuat dengan bahan-bahan limbah/bekas.

Biaya pakan harian:

1. Biaya pakan harian adalah pakan untuk semut yang untuk penangkaran sejumlah 15 media , tidak akan sampai Rp. 500. Bahkan bisa didapat gratis di sekitar kita.
2. Ketelatenan.
3. Tenaga dan waktu Anda.

Sumber : http://krotosemut.com/2011/04/30/berapa-modal-menangkar-semut-untuk-hasilkan-kroto-1-2-5-ons-per-hari/

No comments:

Post a Comment

Post a Comment